WHAT'S NEW?
Loading...
Sejarah penamaan hari-hari dalam kalender Masehi berkaitan erat dengan keyakinan lama yang menganggap bumi adalah pusat alam semesta. Ini adalah keyakinan orang-orang Yunani kuno, mereka meyakini bahwa bumi sebagai pusat alam semesta dengan lingkaran-lingkaran orbit yang mengelilinginya.
Urutan lingkaran-lingkaran orbit dari bumi ke luar adalah:



1. Bulan

2. Merkurius
3. Venus
4. Matahari
5. Mars
6. Jupiter
7. Saturnus
8. Bintang-bintang tetap

Geosentrisme

Orang-orang dahulu khususnya Romawi dan Yunani, mereka percaya bahwa ketujuh benda langit yang mengelilingi bumi adalah dewa-dewa yang mempengaruhi kehidupan di Bumi. Pengaruhnya bergantian dari jam ke jam dengan urutan mulai dari yang terjauh yaitu Saturnus sampai yang terdekat, bulan. Pada pukul 00.00, Saturnus dianggap berpengaruh pada kehidupan manusia. Oleh karena itu, hari pertama disebut dengan hari Saturday yakni "hari Saturnus" atau Sabtu dalam bahasa Indonesia. Faktanya, jika kita menghitung hari sampai tepatnya pada tahun 1 Masehi tanggal 1 Januari memang jatuh pada hari Sabtu.

Jika kita urutkan selama 24 jam pada hari Sabtu tadi, maka pukul 00.00 berikutnya akan jatuh pada Matahari. Sehingga disebut dengan hari Matahari (Sunday). Setelah Matahari adalah Bulan atau Moon's day (Monday). Hari berikutnya adalah Tiw's day (Tuesday), nama ini diambil dari nama Anglo-Saxon untuk Dewa Mars (dewa perang Romawi kuno). selanjutnya adalah Woden's day (Wednesday). Wadon diambil dari nama Anglo-Saxon untuk dewa Merkurius (dewa perdagangan Romawi kuno). Berikutnya Thor's day (Thursday). Thor adalah nama Anglo-Saxon untuk Dewa Jupiter (dewa Petir, raja para dewa Romawi). Dan terakhir adalah Freyja's day (Friday). Freyja adalah nama Anglo-Saxon untuk Dewi Venus (dewi kecantikan Romawi kuno). 

Ketujuh hari diataslah yang menjadi ukuran Internasional. Nama-nama hari dalam kehidupan sehari-hari yang kita gunakan diambil dari nama-nama hari dalam bahasa arab, yaitu ahad, itsnain, tsalatsah, arba'ah, khamsah, sittah, dan sab'ah. Dan akhirnya dalam bahasa Indonesia menjadi Ahad, Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jum'at, dan Sabtu. Penamaan hari Minggu berasal dari bahasa Portugis, Dominggo, yaitu hari Tuhan, berdasarkan kepercayaan Kristen bahwa pada hari itu Yesus bangkit.

Inilah sebuah cerita dibalik nama-nama hari, yang tidak semua orang mengetahuinya.
Semoga bermanfaat:)

Baca juga :

Kalender Masehi atau dalam bahasa latin disebut Anno domini (tahun tuhan) adalah penanggalan yang digunakan pada kalender Gregorian dan Julian. Penanggalan ini dimulai sejak kelahiran Kristus, sehingga era sebelum Masehi sering disebut Before Christ (BC) yaitu era sebelum kelahiran Kristus.

Kalender Masehi berlangsung sesuai dengan revolusi bumi terhadap matahari. Satu tahun adalah lamanya bumi mengelilingi matahari, yaitu 365¼ hari atau 12 bulan. Kedua belas bulan ini memiliki nama masing-masing, yaitu Januari, Februari, Maret, April, Mei, Juni, Juli, Agustus, September, Oktober, November dan Desember.

Pernahkah kalian berpikir darimana asal usul nama-nama bulan dalam kalender Masehi? Berikut ini adalah penjelasan mengenai sejarah penamaan bulan dalam Masehi,

1. Januari
Janus
Januari diambil dari nama dewa bangsa Roma, Janus. Janus adalah dewa yang berwajah dua, satu menghadap depan dan satunya menghadap belakang, sebagai pelambang masa lalu dan masa depan. Janus menjadi Januari, yang dijadikan bulan perenung antara tahun lalu dan tahun baru.

2. Februari
Februus
Februari adalah bulan kedua dalam urutan tahun Masehi. Bulan ini memiliki 28 hari dan 29 hari ketika tahun kabisat, yaitu setiap 4 tahun sekali, dimana tahun tersebut dapat habis dibagi dengan bilangan 4. nama Februari diambil dari bahasa latin februus Dewa penyucian dan Februa, istilah pesta penyucian yang diselenggarakan setiap 15 Februari oleh bangsa Romawi kuno.

3. Maret
Mars
Awalnya bulan Maret adalah bulan pertama dalam kalender Romawi. Maret diambil dari nama dewa perang bangsa Romawi kuno, Mars, yang terkenal karena keberaniannya.

4. April
April diambil dari bahasa Yunani, Aperire yang berarti membuka. orang Yunani menyebut musim semi yang dimulai bulan April dengan istilah pembukaan.

5. Mei
Mei diambil dari istilah Maia Majesta, Dewa musim semi.

6. Juni
Juno
Berasal dari kata Juno, nama dewi Feminim yang melambangkan harkat kewanitaan yang membawa kebahagiaan keluarga. Oleh karena itu, Banyak masyarakat Eropa yang percaya menikah pada bulan Juni akan membawa kebahagiaan.

7. Juli
Julius Caesar
Awalnya Juli bernama quintilis yaitu bulan kelima.setelah roma dikuasai Mark Anthony nama bulan diganti Juli dari nama Julius Caesar.

8. Agustus
Augustus
Pada awalnya Agustus disebut sextilis yang berarti ke-6 dalam bahasa Latin. Agustus berasal dari nama Kaisar Romawi Octavianus Augustus. demi kekuasaannya ia mengubah jumlah hari pada bulannya dan mengurangi jumlah hari bulan Februari.

9. September
September adalah bulan ke 9 dalam kalender Gregorian. September berasal dari kata bahasa Latin berarti tujuh sesuai urutannya semula pada abad ke-8 SM, pembagian tahun diubah dari 10 bulan menjadi 12 bulan.

10. Oktober
Berasal dari bahasa Latin yang berarti 8. sebagaimana urutan awalnya, yaitu bulan ke-8 dalam kalender Romawi sampai dengan tahun 153 SM.

11. November
Berasal dari bahasa Latin novem yang berarti 9. orang Inggris kuno menyebut bulan ini dengan sebutan bulan berdarah karena merupakan musim pembantaian ternak menjelang musim dingin.

12. Desember
Berasal dari bahasa Latin yang berarti ke-10 oleh bangsa-bangsa di negeri belahan Utara Desember sering disebut bulan suci karena seluruh negeri tertutup salju yang putih.

Kedua belas nama diataslah yang menjadi saksi sejarah dunia seiring berlalunya waktu. 

Baca juga :
Asal usul penamaan hari
Kisah Islam : Asal Mula Makhluk Ciptaan Allah
JMMM Adventure Quest Worlds